Keep Our Brotherhood

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
Selamat Datang di Blog Saya dan terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kasih sarannya di Guestbook yach
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pengertian Prestasi Belajar (Part. 2)

Posted by Bud-Kar Blog - -


Meneruskan postingan Pengertian Prestasi Belajar part.1
Namun sebelumnya, penulis minta saran dan kritiknya. silahkan teman2 posting di soutmix nya or di widget FB yg ada disebelah kanan. terima kasih...
lanjut mas......!!!!!
Drs. Slameto mengemukakan cirri-ciri yang merupakan perubahan tingkah laku haisl belajar sebagai berikut:
a.     Perubahan tingkah laku secara sadar, berarti bahwa individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu, atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.
b.    Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional, yaitu sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam individu berlangsung secara terus menerus dan tidak statis.
c.     Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Bahwa perubahan tersebut senantiasa akan bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.
d.    Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena adanya tujuan yang ingin dicapai.
e.     Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Bahwa suatu proses belajar tersebut meliputi perubahan tingkah laku.( Slameto, Op.cit, h. 23).
Jadi tatkala defenisi prestasi dan belajar tersebut dipadukan menjadi kata majemuk yaitu prestasi belajar, maka pengertian prestasi belajar adalah “Penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazim diberikan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru.
Prestasi belajar siswa dalam bentuk kongkrit pemberian angka nilai dari guru kepada siswa sebagai indikasi sejauuh mana siswa telah menguasai materi pelajaran yang diberikan adalah ikut menentukan dan mendorong siswa meningkatkan prestasi belajar.
Kendatipun demikian adalah benar bahwa prestasi belajar berupa angka nilai tersebut hanya merupakan salah satu indikasi dari data atau informasi akibat kegiatan evaluasi (dalam pengajaran). Oleh karena itu guru kelas harus obyektif dalam menentukan dan mendorong siswa untuk meningkatkan hasil belajar tersebut.
Penguasaan materi atau keterampilan yang dimaksud meliputi tiga aspek, yaitu kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan). Ketiga aspek tersebut akan dituangkan dalam buku laporan siswa (raport).
1.    Aspek Kognitif (Pengetahuan)
Dalam aspek kognitif ini terdiri dari enam macam kemampuan yang disusun secara berurutan dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling komplek. Kemampuan tersebut meliputi:
a.    Pengetahuan, yaitu kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari.
b.    Pemahaman, yaitu kemampuan menangkap makna atau arti sesuatu hal.
c.    Penerapan, yaitu kemampuan menggunakan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi-situasi baru dan nyata.
d.   Analisa, yaitu kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian-bagian yang kecil untuk ditelaan satu persatu.
e.    Sintesis, yaitu kemampuan memadukan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang berarti/bentuk baru.
f.     Evaluasi, yaitu kemampuan untuk menentukan criteria.
2.    Aspek Afektif (Sikap)
Aspek afektif merupakan aspek yang menunjukkan kemampuan bersikap yang tampak dalam perilaku. Aspek afektif dicapai melalui lima tahapan, yaitu:
a.    Pengenalan, yaitu kemampuan untuk ingin memperhatikan (berminat)
b.    Pemberian respon, yaitu kemampuan untuk turut serta terlibat dalam suatu hal.
c.    Penghargaan terhadap nilai, yaitu kemampuan untuk menerima nilai yang terkait kepadanya.
d.   Pengorganisasian, yaitu kemampuan untuk memiliki sistem nilai sendiri.
e.    Karakteristik dari nilai yang komplek, yaitu kemampuan untuk memiliki nilai hidup, dimana sistem nilai dlam dirinya mengawasi tingkah lakunya.

3.    Aspek Psikomotor (Keterampilan)
Aspek psikomotor merupakan aspek yang menunjukkan kemampuan kerja otot, sehingga menyebabkan bergeraknya tubuh atau bagian-bagiannya. Yang termasuk dalam aspek psikomotor ini adalah mulai dari gerak yang paling sederhana sampai pada gerak yang memerlukan adanya pengkoordinasian yang baik.
Prestasi belajar siswa seperti yang telah diungkapkan pada bagian definisi belajar di atas, sangat bergantung kepada besar kecilnya usaha dan perjuangan dalam belajarnya, disamping adanya pertolongan dari Allah SWT. Sulit kiranya memperoleh prestasi belajar yang baik tanpa adanya usaha dan perjuangan yang dilakukan secara sungguh-sungguh, bahkan hanya merupakan impian yang tidak akan terwujud.
Berkaitan dengan usaha dan perjuangan untuk memperoleh prestasi belajar dan prestasi lainnya, Allah SWTmenjelaskan di dalam al-Qur’an sebagai berikut:
 žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#ur& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß Ÿxsù ¨ŠttB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ ( الرعد : ١١)
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum sehingga mereka sendiri yang merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. Dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-ra’ad: 11)

Maksud dari ayat di atas adalah Allah tidak akan memberikan perubahan dan kemajuan kepada suatu kaum, selama kaum tersebut tidak berusaha dan berjuang untuk mengubahnya. Apabila kaum tersebut telah berusaha, maka Allah tidak akan mengabaikan usaha atau prestasi sesuai dengan usaha dan perjuangan mereka.
Sebagai perluasan dari kata usaha dan perjuangan, maka menurut hemat penulis pada bahwa pada saat sekarang ini terlihat semakin besar keinginan para siswa untuk memperoleh penghargaan dari sekolah dan badan-badan tertentu, berupa beasiswa maupun jenis penghargaan yang lainnya.
Sikap siswa, sekolah dan badan-badan tertentu ini adalah sangat positif terhadap kemajuan pelaksanaan pendidikan, terutama dalam rangka peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan karena dengan melalui penghargaan berupa beasiswa atau penghargaan lainnya, siswa akan tergugah hatinya untuk memperoleh penghargaan tersebut, sehingga ia rajin dalam belajar di sekolah maupun di rumah.  


Leave a Reply

Bagaimana pendapat anda ? Diisi yach kotak komentarnya..
thanks